0 Sapardi Djoko Damono lahir di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1940. Hari ini, 19 Juli 2020, setelah menggenapkan usianya yang ke 80 tahun, Sapardi pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan kita semua di jagad sastra Indonesia. Meski jasadnya kini tak lagi ada, ia akan tetap mengada di antara larik-larik sajak, di sela-sela huruf sajaknya yang
Puisipuisi Hafney dalam buku ini tidak hanya berbicara tentang kehidupan yang fana. Ia juga berbicara tentang perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu, tentang mimpi-mimpi yang kandas dan yang harus diperjuangkan, tentang regenerasi, dan juga tentang kesepian. jawaban yang tepat adalah pilihan C. 449. 5.0 (2 rating) Pertanyaan serupa.
Sebuahkarya musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono, "Yang Fana Adalah Waktu", oleh Pangestuning dalam upaya meramaikan Hari Puisi Dunia.Direkam di Sekolah
YANGFANA ADALAH WAKTU- SAPARDI DJOKO DAMONO. Yang fana adalah waktu. Kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga. sampai pada suatu hari. kita lupa untuk apa. âTapi, yang fana adalah waktu, bukan?â tanyamu. Kita abadi. Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982 . Semoga membantu
View8. ANALISIS NOVEL HUJAN BULAN EDUCATION 2017SD2020 at Canisius College. ANALISIS NOVEL Lukas Alvin XIIS2/18 Halaman. 87-130 1. Identitas Buku Judul : Hujan Bulan Juni Penulis :
Citraanyang dimanfaatkan adalah citraan pendengaran. Penyair ingin pembaca seolah-olah juga mendengarkan suara yang berasal dari lonceng. 3.1.3 Mata Pisau a. Gaya Bunyi Gaya bunyi yang mendominasi adalah asonansi /a/ dan aliterasi /t/. Asonansi /a/ memberikan efek nada datar pada setiap baris puisi. Kau yang baru saja mengasahnya
YangFana adalah Waktu. Kita Abadi pertama kali dipentaskan di Yogyakarta pada bulan Juni tahun 2015 lalu. Judul pertunjukan dipinjam dari puisi Sapardi Djoko Damono, Yang Fana adalah Waktu (1978). Sinopsis. Rosnah, mantan buruh migran, adalah perempuan muda yang ingin menjadi âartisâ agar bisa bertahan di Jakarta, sebuah kota yang riuh
9MR0R. Puisi merupakan salah satu dari ragam sastra yang berasal dari hasil ungkapan dan perasaan para penyair dengan bahasa yang terikat dengan rima, matra, irama, serta bentuk susunannya terdapat larik dan bait. Dalam puisi seorang penyair dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara bebas dan imajinatif. Puisi juga memiliki beberapa unsur pembangun, unsur pembangun puisi dibagi menjadi dua, yaitu unsur pembangun intrinsik dan ekstrinsik. Unsur pembangun intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam puisi dan terbagi menjadi dua, yaitu unsur batin dan fisik. Dalam unsur batin terdapat amanat, tema, rasa, dan nada, sedangkan dalam unsur fisik terdapat diksi, tipografi, imaji, , rima, dan gaya bahasa. Berikut penjelasannya Unsur Batin Tema Iklan Tema adalah gagasan pokok dalam puisi, dengan adanya tema maka seorang penyair dapat menentukan diksi yang akan digunakannya Rasa Rasa adalah ungkapan perasaan seorang penyair yang dituangkan ke dalam puisinya. Nada Nada adalah cara seorang penyair menyampaikan puisi dengan susunan kata-katanya, nada juga dianggap sebagai sikap seorang penyair dalam puisi sehingga efeknya dapat terasa oleh para pembaca. Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan seorang penyair kepada pembaca puisinya. Unsur Fisik Diksi Diksi adalah pilihan kata yang tepat. Dengan menggunakan diksi maka puisi jadi terkesan lebih indah dan berguna sebagai unsur yang membantu penyair dalam mengungkapkan ekspresinya. Tipografi Tipografi adalah tata cara peletakan huruf dalam puisi, tipografi juga berguna untuk menggambarkan tema dan isi pada puisi. Imaji Imaji adalah rangkaian kata yang dapat memperjelas maksud dan tujuan dari seorang penyair. Rima Rima adalah kesamaan bunyi atau nada. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah cara penyair dalam menggunakan rangkaian kata guna mengungkapkan sesuatu. Unsur pembangun ekstrinsik adalah unsur yang terdapat di luar puisi dan terbagi menjadi tiga, yaitu unsur biografi, unsur sosial, dan unsur nilai. Berikut ini penjelasannya Biografi Unsur biografi adalah unsur yang berkaitan dengan latar belakang seorang penyair. Sosial Unsur sosial adalah unsur yang berkaitan dengan kondisi masyarakat ketika puisi itu dibuat. Nilai Unsur nilai adalah unsur yang berkaitan dengan pendidikan, politik, sosial, ekonomi, budaya, adat istiadat, dan lainnya. Dalam artikel ini penulis memilih menganalisis unsur pembangun puisi pada puisi Yang Fana Adalah Waktu karya Sapardi Djoko Damono. Berikut ini adalah isi puisi tersebut Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa âTapi, yang fana adalah waktu, bukan?â tanyamu. Kita abadi. Puisi âYang Fana Adalah Waktuâ membawa tema tentang waktu. Setiap bait yang digunakan mengungkapkan bahwa kehidupan manusia akan abadi sampai di kehidupan akhirat dan akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan yang telah dilakukan di dunia, sedangkan waktu hidup manusia hanya sementara. Perasaan yang tergambarkan dalam puisi ini ialah penyair merasa bahwa kehidupan hanyalah sementara sehingga sebagai manusia kita tidak boleh terlena akan dunia. Nada dalam puisi ini ialah sendu karena pada bait kelima menggambarkan seperti adanya tamparan tegas mengenai fananya kehidupan ini. Selanjutnya mengenai amanat pada puisi ini ialah kita sebagai manusia janganlah menyia-nyiakan waktu dan tidak boleh terlena pada dunia yang fana ini, gunakanlah waktu sebaik-baiknya agar tidak ada kata penyesalan nantinya. Diksi pada puisi âYang Fana Adalah Waktuâ ialah penggunaan kata konkret, kosakata yang digunakan adalah kata keseharian yang mudah dipahami dan tidak memunculkan makna baru. Tipografi yang digunakan ialah rata kiri seperti gaya penulisan pada umumnya. Imaji yang digunakan ialah visualisasi, hal ini terdapat pada bait âKita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bungaâ yang membuat pembaca secara tidak langsung membayangkan bagaimana detik waktu dipungut dan dirangkai seperti rangkaian bunga. Rima yang digunakan terdapat pada setiap akhir sajak, yaitu bunyi vokal u, a, dan i sebagai bunyi yang lembut. Gaya bahasa yang digunakan ialah majas aliterasi, hal ini terdapat pada bait âdetik demi detikâ yang mengulang konsonan D di awal kata secara berurutan. Berdasarkan hasil analisis pada puisi âYang Fana Adalah Waktuâ dapat disimpulkan bahwa setiap puisi tentunya memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik seperti tema, nada, amanat, irama, diksi, biografi, nilai, dan sebagainya. Pada puisi tersebut juga memiliki makna yang mendalam mengenai kehidupan. Bahwa kehidupan hanyalah sementara, tetapi manusia akan abadi sampai ke akhirat, maka sebagai manusia kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu dan gunakan waktu yang kita miliki sebaik mungkin agar tidak adanya penyesalan di kemudian hari. Ikuti tulisan menarik Anisah Rahmayanti lainnya di sini.
BAB I PENDAHULUAN Analisis terhadap suatu karya sastra bertujuan untuk mengetahui makna apa yang disampaikan oleh si pengarang kepada pembacanya. Sebuah karya sastra lazimnya mengandung makna-makna yang belum dimengerti pembaca. Namun, dengan adanya penganalisisan akan membuat pembaca memahami maksud kepenulisannya. Pada makalah ini penulis akan menganalisis sebuah karya sastra dengan pendekatan stilistika. Terlebih dahulu stilistika itu sendiri adalah sebuah style atau gaya dalam kepenulisan karya, yang dimaksudkan untuk menjadikan sebuah karya tersebut memiliki gaya dan keindahan. Oleh sebab itu, penulis menganalisis salah satu puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul âyang fana adalah waktuâ. Penulis tertarik menganalisis puisi ini karena pengarang menyamakan sebuah keabadian antara manusia dengan waktu. Disisi lain Sapardi menyebut bahwa waktulah yang benar-benar abadi. BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Stilistika Stilistika adalah ilmu yang meneliti penggunaan bahasa dan gaya bahasa didalam karya sastra Abram dalam Al-Maâruf, 2009 10. Stilistika adalah proses menganalisis karya sastra dengan mengkaji unsur-unsur bahasa sebagai medium karya sastra yang dugunakan sastrawan sehingga terlihat bagaimana perlakuan sastrawan terhadap bahasa dalam rangka menuangkan gagasannya. Ratna dalam Al-Maâruf, 2009 10 menyatakan, stilistika merupakan ilmu yang menyelidiki pemakaian bahasa dalam karya sastra, dengan mempertimbangkan aspek-aspek keindahannya. pada kamis, 24 maret 2016 pukul 0404 WIB Sedangkan menurut Keraf 2005 Gaya atau khususnya gaya bahasa dikenal dalam retrorika dengan istilah style. Kata style diturunkan dari kata Latin stilus, yaitu semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin. Keahlian menggunakan alat ini akan mempengaruhi jelas tidaknya tulisan pada lempengan tadi. Kelak pada waktu penekanan dititikberatkan pada keahlian untuk menulis indah, maka style lalu berubah menjadi kemampuan dan keahlian untuk menulis atau mempergunakan kata-kata secara indah. Jadi, stilistika merupakan sebuah style atau gaya yang digunakan pengarang sebuah sastra dalam mencipta karya sehingga sebuah karya selain memiliki makna juga memiliki keindahan tersendiri. 2. Analisis puisi "Yang fana adalah waktu" karya Sapardi Djoko Damono. "Yang fana adalah waktu" Karya Sapardi Djoko Damono Yang fana adalah waktu Kita abadi Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga Sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa âTapi, yang fana adalah waktu, bukan?â tanyamu. Kita abadi. Pada puisi pengarang menyatakan bahwa ada seseorang yang menyebut bahwa waktu itu fana, sedangkan manusia itu abadi. Hal ini sangat bertentangan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Sebelum itu, kita harus memahami terlebih dahulu makna fana dan abadi. Fana merupakan segala sesuatu itu dapat hilang dan idak dapat bertahan lama atau juga dimaksudkan bahwa tidak kekal. Sedangkan, abadi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah kekal dan tidak berkesudahan. Karena secara logika yang namanya makhluk tak ada yang abadi dan yang abadi adalah waktu. Sapardi membawa kita untuk menyadari bahwa sekarang ini manusia hanya menganggap dirinya masing-masinglah yang abadi. Pada puisi ini juga terdapat gaya bahasa berupa kiasan. Dikutip dari sebuah blog, dikatakan bahwa bahasa kias majas atau figurative language merupakan bahasa yang susunan dan arti katanya sengaja disimpangkan dari susunan dan arti semula. Itu bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan pertautan, perbandingan atau pertentangan hal satu dengan hal lain, yang maknanya sudah dikenal oleh pembaca. diunduh pada Kamis, 24 Maret 2016 pukul 0437 WIB Menurut Keraf 2005 136 menyatakan bahwa gaya bahasa kiasan ini pertama-tama dibentuk berdasarkan perbandingan atau persamaan. Membandingkan sesuatu dengan sesuatu hal yang lain, berarti mencoba menemukan ciri-ciri yang menunjukkan kesamaan antara kedua hal tersebut. Perbandingan sebenarnya mengandung dua pengertian, yaitu perbandingan yang termasuk dalam gaya bahasa yang polos atau langsung, dan perbandingan yang termasuk dalam gaya bahasa kiasan. Perbedaan antara kedua perbandinan ini adalah dalam hal kelasnya. Perbandingan biasa mencakup dua anggota yang termasuk dalam kelas yang sama, sedangkan perbandingan kedua, sebagai bahasa kiasan , mencakup dua hal yang termasuk dalam kelas yang berlainan. 1. Metafora Gaya bahasa kiasan yang digunakan adalah gaya bahasa metafora yang membandingkan sesuatu secara lansung. Sapardi berusaha membandingkan antara manusia dengan waktu yang sebenarnya kedua hal tersebut tidak sama. Yang fana adalah waktu Kita abadi Pada baris puisi tersebut tampak bahwa âwaktuâ merupakan yang fana dibandingkan dengan âkitaâ yang abadi. Padahal keduannya sangat bertentangan dengan seharusnya. Sapardi bermaksud bahwa manusia saat ini lupa akan hakikat dirinya. Menganggap dirinya abadi dan lupa kodratnya sebagai makhluk. Bahkan lupa bahwa waktulah sebenarnya yang abadi. 2. Smile Bahasa kias yang membandingkan dua hal atau lebih yang hakikatnya berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa. Keserupaan itu dinyatakan secara tersurat dengan kata bagai, sebagai, bak, semisal, seperti, ibarat, seumpama, laksana dan sebagainya. diunduh pada Kamis, 24 Maret 2016 pukul 0456 WIB Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga Pada baris ini ada sebuah gaya bahasa berupa simile. Kata âsepertiâ digunakan untuk membandingkan antara âdetikâ yang serupa dengan âbungaâ yang sebenarnya keduannya tidak memiliki hubungan. Sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa âTapi, yang fana adalah waktu, bukan?â tanyamu. Kita abadi. Bait berikutnya juga menegaskan lagi bahwa manusia saat ini benar-benar lupa akan kodratnya. Jika dikaitkan dengan agama mereka hanya berlomba-lomba mencari kesenangan atau kenikmatan dunia tanpa memikirkan untuk apa semua hal itu ia lakukan. Mereka berfikir hidup itu masih lama dan perjalanan itu masih panjang. Mereka tidak memikirkan akhir dari kisah mereka masing-masing. Sekali lagi dalam puisi ini pada bait terakhirnya, ditegaskan bahwa merekalah yang benar-benar abadi, sedangkan waktu hanyalah sesuatu yang fana. Itulah beberapa ulasan puisi âYang Fana adalah Waktuâ dengan tinjauan stilistika. Kita disadarkan oleh makna-makna tersirat di dalamnya. Bahwasanya tak ada yang abadi di dunia ini kecuali waktu. Karena kita sebagai makhluk tuhan akan kembali ke asalnya. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Puisi âYang Fana adalah Waktuâ menyadarkan kita oleh makna-makna tersirat di dalamnya. Bahwasanya tak ada yang abadi di dunia ini kecuali waktu. Karena kita sebagai makhluk tuhan akan kembali ke asalnya. Berdasarkan pendekatan stilistika didapat bahwa puisi tersebut mengandung gaya bahasa kiasan yang diantaranya simile dan metafora. Yang keduanya berusaha membandingan sesuatu hal secara lansung baik itu sama atau tidak. 2. Daftar Pustaka Keraf, dan Gaya Bahasa. Jakarta Gramedia.
100% found this document useful 2 votes711 views10 pagesOriginal TitleAnalisis struktur batin puisi yang fana adalah waktuCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes711 views10 pagesAnalisis Struktur Batin Puisi Yang Fana Adalah WaktuOriginal TitleAnalisis struktur batin puisi yang fana adalah waktuJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Authors DOI Keywords stalistika, estetis, karya sastra Abstract Penelitian ini membahas tentang analisis aspek-aspek yang terdapat pada puisi âYang Fana Adalah waktuâ karya Sapardi Djoko Damono,. Aspek yang dianalisis yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan untuk mengetahui nilai estetis atau keindahan pada puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika, karena bersifat mendeskripsikan. Gaya bahasa, diksi, majas, citraan karya sastra lahir dari sebuah pemikiran seseorang yang dihasilkan karena perenungan dan penghayatan terhadap sesuatu. Karya sastra memiliki nilai estetis tertentu yang membuat karya tersebut terlihat indah bagi pembaca. Dalam puisi Yang Fana Adalah Waktuâ karya Sapardi Djoko Damono, pengarang banyak menggunakan gaya bahasa dan makna konotasi dalam sebuah puisi dengan tujuan untuk menunjukkan nilai estetis atau keindahan puisi tersebut. References Akhsin, R. 2019. Pesan Moral dalam Puisi âPadamu Juaâ Karya Amir Hamzah. Jurnal Madah Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 65-69. Damono, S. D. 1999. Sihir Rendra Permainan Makna. Jakarta Pustaka Firdaus. Isnaini, H. 2021. Tafsir Sastra Pengantar Ilmu Hermeneutika. Bandung Pustaka Humaniora. Isnaini, H. 2022a. Citra Perempuan dalam Poster Film Horor Indonesia Kajian Sastra Feminis. Dialektika Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, Volume 9, Nomor 2, 55-67. Isnaini, H. 2022b. Suwung dan Metafora Ketuhanan pada Puisi "Dalam Diriku" Karya Sapardi Djoko Damono. Jurnal Telaga Bahasa Balai Bahasa Gorontalo, Volume 10, Nomor 1, 22-31. Isnaini, H., & Herliani, Y. 2022. Ideologi Eksistensialisme pada Puisi "Prologue" Karya Sapardi Djoko Damono. Protasis Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya, Vol. 1, No. 1, 21-37. Djoko Damono. Protasis Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya, Vol. 1, No. 1, 21-37. Meyvani Chintyandini & Hidayah B. Q. 2021 Kajian Stilistika Pada Puisi âPadamu Juaâ Kajian Pada Puisi âPadamu Juaâ Karya Amir Hamzah. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pendidikan, 206-207. Muhamad Mahdar, Yuliana Tika, & Rosi 2018. Analisis Stuktur Diksi Pada Puisi âPadamu Juaâ Karya Amir Hamzah. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 646-647. Piliang, Y. A. 2003. Hipersemiotika Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta Jalasutra. Ricoeur, P. 2014. Teori Interpretasi Membelah Makna dalam Anatomi Teks M. Hery, Trans.. Yogyakarta IRCiSoD. Yaapar, M. S. 1995. Mysticism and Poetry A Hermeneutical Reading of the Poems of Amir Hamzah. Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia. How to Cite Loisa Magai. 2023. Analisis Puisi âYang Fana Adalah Waktuâ Karya Sapardi Djoko Damono dengan pendekatan Stilistika. Student Research Journal, 11, 237â246.
Informasi mengenai Analisis Puisi Sapardi Djoko Damono Yang Fana Adalah Waktu. Sapardi Djoko Damono Maestro Puisi Dan Penulis Lintas Generasi Table 1 From Faithful Translation In Sapardi Djoko Damonos Poetry Jual Terlaris Paket Buku Sapardi Djoko Damono Di Lapak Jese Store Makna Berkarya Dan Tafsir Kata Kita Pada Puisi Yang Fana Adalah Jual Buku Novel Puisi Sapardi Djoko Damono Yang Fana Adalah Analisis Puisi Sajak Desember Buku Bilang Begini Maksudnya Begitu Cover Baru Bukukita Penggunaan Gaya Bahasa Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna Dalam Trilogihujanbulanjuni Instagram Photos And Videos Table 1 From Faithful Translation In Sapardi Djoko Damonos Poetry Sapardidjokodamonoquotes Download Instagram Hashtag Photos And Diksi Dalam Kumpulan Puisi Karya Sapardi Djoko Damono Tinjauan analisis puisi sapardi djoko damono yang fana adalah waktu Pengertian puisi adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang bermakna semantis serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya. Beberapa ahli modern mendefinisikan puisi sebagai perwujudan imajinasi, curahan hati, dari seorang penyair yang mengajak orang lain ke dunianyaâ. Meskipun bentuknya singkat dan padat, umumnya orang lain kesulitan untuk menjelaskan makna puisi yang disampaikan dari setiap baitnya. Itulah informasi tentang analisis puisi sapardi djoko damono yang fana adalah waktu yang dapat admin kumpulkan. Admin blog KT Puisi 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait analisis puisi sapardi djoko damono yang fana adalah waktu dibawah ini. Instagram Explore Padasuatuharinanti Hashtags Photos And Videos Original Yang Fana Adalah Waktu Kita Abadi Novel Sapardi Trilogihujanbulanjuni Instagram Photos And Videos Novel Ketiga Dari Trilogi Hujan Bulan Juni Resmi Terbit Wawancara Khusus Yang Fana Adalah Waktu Sapardi Abadi Kumparancom Lbmsapardidjokodamono Instagram Photo And Video On Instagram Puisi Sapardi Djoko Damono Puisi Sapardi Djoko Damono Sapardi Djoko Damono Words Kutipan Puisi Puisi Dan Sajak Puisi Waktu Tumblr Itulah yang admin bisa dapat mengenai analisis puisi sapardi djoko damono yang fana adalah waktu. Terima kasih telah berkunjung ke blog KT Puisi 2019.
analisis puisi yang fana adalah waktu